KEGIATAN WORKSHOP “Penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) Kurikulum Merdeka Belajar Berbasis Outcome Based Education (OBE)
Pada tanggal 07 September 2024 — Dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran di era Merdeka Belajar, sebuah workshop penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) berbasis Outcome Based Education (OBE) telah sukses dilaksanakan di IAI Qoamrul Huda, pada tanggal, 07 September 2024. Kegiatan ini diikuti oleh puluhan dosen dari berbagai program studi dengan tujuan memperkuat kapasitas mereka dalam menyusun RPS yang relevan dengan kebutuhan kurikulum terbaru dan berorientasi pada hasil belajar.
Workshop ini menghadirkan narasumber ahli dalam bidang Pendidikan dan kurikulum, yaitu Dr. Zainudin. M.Ag. dari Universitas Islam Negeri Mataram. Mereka memberikan pemaparan komprehensif mengenai konsep OBE serta implementasinya dalam penyusunan RPS sesuai dengan prinsip Merdeka Belajar.
Dalam sambutannya, Dr. H. Muhammad Ahyar, M.Si, selaku Rektor Institut Agama Islam Qomarul Huda, menyampaikan pentingnya transformasi pendidikan yang berfokus pada capaian pembelajaran (learning outcomes). “Melalui OBE, kita dapat memastikan bahwa proses pembelajaran tidak hanya berpusat pada materi, tetapi lebih menekankan pada hasil akhir yang diharapkan dari setiap lulusan. Kurikulum Merdeka Belajar menjadi kerangka yang mendukung pengembangan potensi mahasiswa secara optimal,” ujarnya.
Begitu juga dalam sambutan ketua LPM, Hamdan, M.Pd.I. saya berharap Workshop penyusunan RPS yang kita lakukan bersama dapat mendukung tercapainya tujuan pendidikan yang lebih baik, relevan, dan aplikatif. Proses penyusunan ini diharapkan tidak hanya berpatokan pada standar akademis semata, namun juga memperhatikan kebutuhan masyarakat dan industri, sehingga lulusan yang dihasilkan memiliki kompetensi yang mampu bersaing di kancah global.
Materi Workshop dan Sesi Diskusi
Pada sesi pertama, Dr. Zainudin. M.Ag. memaparkan mengenai landasan teoretis Merdeka Belajar dan OBE, serta kaitannya dengan penyusunan RPS. Menurutnya, RPS harus mampu mendefinisikan dengan jelas kompetensi apa yang harus dicapai mahasiswa setelah menyelesaikan satu semester. Ia menekankan bahwa penekanan pada pembelajaran berbasis capaian (outcomes) dapat mempersiapkan mahasiswa lebih baik dalam menghadapi tantangan di dunia kerja.
Sementara itu, Pemateri juga membahas lebih dalam tentang teknik penyusunan RPS yang efektif, mulai dari perumusan tujuan pembelajaran hingga desain evaluasi yang relevan dengan capaian yang diinginkan. “Sebuah RPS yang baik harus fleksibel namun terukur, sehingga dosen dapat menyesuaikan strategi pengajaran dengan kemampuan dan kebutuhan mahasiswa,” ujarnya.
Penyusunan Draft RPS Berbasis OBE
Setelah sesi pemaparan, peserta dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil untuk menyusun draft RPS berbasis OBE sesuai dengan program studi masing-masing. Diskusi intensif berlangsung dalam suasana kolaboratif, di mana peserta saling bertukar ide dan strategi untuk menciptakan RPS yang inovatif dan berorientasi pada hasil.
Beberapa hasil utama dari workshop ini adalah tersusunnya draft RPS yang berfokus pada capaian pembelajaran utama, seperti kemampuan berpikir kritis, keterampilan komunikasi, dan kemampuan adaptasi di dunia kerja. Selain itu, peserta juga mengembangkan strategi evaluasi yang lebih beragam, termasuk penilaian berbasis proyek dan studi kasus.
Harapan ke Depan
Workshop ini diharapkan dapat mendorong para dosen untuk menerapkan RPS berbasis OBE di setiap mata kuliah, sehingga kurikulum Merdeka Belajar dapat berjalan secara optimal. “Dengan adanya kegiatan ini, kami berharap kualitas pembelajaran di IAI Qomarul Huda semakin meningkat, dan lulusan-lulusan yang dihasilkan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Bapak Rektor IAI Qomarul Huda.
Workshop ini ditutup dengan sesi penyerahan sertifikat kepada Narasumber oleh Rektor IAI Qomarul Huda dan para peserta serta foto bersama narasumber. Para peserta mengaku antusias dengan materi yang disampaikan dan berkomitmen untuk menerapkan hasil workshop dalam proses pembelajaran di kelas masing-masing.
Institut Agama Islam Qomarul Huda berencana untuk mengadakan kegiatan serupa di masa mendatang guna mendukung keberlanjutan transformasi pendidikan yang berkelanjutan sesuai dengan semangat Merdeka Belajar.